Welcome  .....  Selamat Datang  .....  Horas  .....  Mejuah-juah  .....  Ya'ahowu  .....  Media Online Masyarakat Sumut  .....  Media - Iklan dan Promosi Provinsi Sumatera Utara  ..... 

TERKAIT LAPORAN BOHONG KAPOLRES PAKPAK BARAT DIGUGAT Rp.5 M

Medan (Media-SMS) Iganta Tarigan (41) anggota Polri di adukan dan ditahan sebagai tersangka kasus pengerusakan sel tahanan polisi Polres Pakpak Bharat dengan nomor laporan polisi LP/ 36/ X/ 2012/Res. Bharat tertanggal 17 Oktober 2012 disaat dirinya berstatuskan tahanan di rutan Sidikalang dalam kasus  berbeda, dengan keadaan itu

Iganta merasa keberatan terhadap pengaduan Polres Pakpak Bharat yang bohong- bohongan karena tidak memiliki dasar pengaduan dan melanggar pasal 74 dan 75 ayat (1)KUHPidana yang menegaskan Pengaduan hanya boleh dilakukan dalam tempo enam bulan sudah orang yang berhak mengadu mengetahui pebuatan yang dilakukan itu, kalau ia berdiam di Negara Indonesia ini, atau dalam tempo sembilan bulan sesudah ia mengetahui itu, kalau berdiam diluar Negara Indonesia yang berarti pengaduan sudah melewati batas waktu yang ditentukan Undang- undang dan tanpa menyebut nama pelapor dengan surat perintah penangkapan nomor SP-Han 20/XI/ 2012/Reskrim tertanggal 3 nopember 2012.

Sebagaimana pengaduan pengerusakan yang disangkakan sudah melewati batas waktu dan anehnya dalam surat pengaduan tersebut Polres Pakpak Bharat tidak menyebut nama pelapor padahal surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk penagkapan dirinya yang sudah ditahan di rutan Sidikalang pada 2 Nopember 2012 terkait kasus tersangka pengedar narkoba jenis shabu- shabu, hal yang tidak masuk akal dirinya ditangkap dan  tidak benar dilakukan penangkapan terhadap dirinya.

Sebagaimana keterangan  dalam surat dakwaan kejaksaan   bahwa Iganta melarikan diri dari sel tahanan Penyidik pada tanggal 4 sampai dan  8 Februari 2012 dan ditahan di rutan sidikalang sejak 15 februari hingga saat ini. ”laporan pengaduannya aja sudah lewat batas waktu dan  melanggar pasal 74 ayat 1(satu), KUHPidana dan dalam dakwaan jaksa pada15 februari sudah di rutan ” ujar SBE,Girsang SH kuasa Hukum Iganta kepada wartawan di Medan pada Jumat (7/12)

Lanjut SBE Girsang, bahwa sesuia keterangan yang diperolehnya dari data yang ada, laporan polisi nomor LP/ 36/ X/ 2012/Res. Bharat tertanggal 17 Oktober 2012 adalah bohong karena pada hari dan tanggal kejadian yang diuraikan laporan tersebut Iganta berada ditahanan rutan sidikalang.

Ironisnya lagi perbuatan salah polres pakpak bharat yang sudah mengkangkangi Undang- undang itu diakomodasi oleh kejaksaan dengan memberikan izin perpanjangan penahanan tanpa mencermati dan mempelajari kasus tersebut padahal SBE Girsang telah mengingatkan secara lisan kepada Andreas Tarigan, SH selaku jaksa Pratama kejari Sidikalang dalam surat dakwaan yang dibacanya saat sidang kasus narkoba No.Reg Perkara PDM04/ SDKAL/ Epp.1/05/2012 tertanggal 5 Juni 2012 dalam perkara narkoba  reg No.109/ Pid. B/ 2012/PN.Sdk, yang hingga saat ini didaftarkan ke PN Sidikalang belum putus dan masih berjalan pemeriksaannya.

” Dan kesalahan lainnya yang dilakukan polres pakpak bharat adalah ketika dalam proses pemeriksaan pada tanggal 2 Nopember Iganta tidak didampingi Penasehat Hukum padahal POLDA wajib menunjuk penasehat hukum bagi tersangka bila tersangka tidak memiliki penaset hukum”ujar SBE Girsang

Maka penahanan terhadap tersangka yang dilakukan polres pakpak bharat dan perpanjangan masa penahanan yang dikabulkan kejaksaan tidak sah dan cacat hukum karena tidak benar tersangka melakukan tindak pidana yang dipersangkakan diancam pasal 170 jo 406 KUHPidana pada 3 Maret 2012  pukul 5 pagi di sel tahanan tahanan polres pakpak bharat, dengan kata lain penahanan yang tidak sah adalah perbuatan melawan hukum.

Sebarluaskan:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Print

Fasilitas Komentar Ditutup.

<<-- MEDAN -- PEKANBARU -- PERAWANG -- BANGKINANG -- KERINCI -- JAMBI -- DUMAI -- SIBOLGA <<--